Yuk Cari Tahu Bagaimana Cara Perkembangan Virus Menurut Para Ahli Dan WHO

Perkembangan Virus Menurut Ahli

Sejak pertama kali merebak di China hingga ke negara lain di seluruh dunia disebabkan oleh beberapa hal kecil yang tak terduga. Virus Corona berasal dari pasar seafood dan hewan di kota Wuhan yang kemudian berkembang hingga menular kepada para wisatawan dan merantai sampai ke beberapa negara lain. Berikut simak penjelasan tentang bagaimana cara perkembangan virus Corona menurut para ahli dan WHO.

Cara Virus Berkembang Dalam Tubuh

1. Pada Sistem Pernapasan

Layaknya virus yang menyerang manusia sebelumnya, COVID-19 juga merupakan penyakit pernapasan sehingga yang diserang pertama kali adalah sistem pernafasan atau paru-paru. Setelah terpapar virus Corona, biasanya akan muncul gejala ringan pada hari kedua atau selama masa karantina (14 hari). Tingkat keparahan COVID-19 sangat bervariasi mulai dari gela ringan atau tanpa gejala sama sekali, hingga sakit parah dan yang paling fatal bisa sampai meninggal.

Perkembangan Virus Menurut WHO

2. Perut Dan Usus

Perkembangan Corona di dalam tubuh selanjutnya yang dialami oleh beberapa pasien positif COVID-19 melaporkan adanya gejala gastrointestinal. Tanda berupa rasa mual atau diare, namun gejala ini lebih jarang terjadi daripada masalah paru-paru. Kemungkinan yang ada, virus hanya masuk di organ paru-paru dan tidak masuk mencapai usus. Hasil penelitian dari New England melaporkan bahwa sampel tinja orang terjangkit COVID-19 juga dinyatakan positif virus Corona.

3. Menyerang Jantung

Virus Corona juga dapat menyerang jantung, dikarenakan virus ini merusak pembuluh darah yang ada dalam tubuh. Kerusakan organ paru-paru pada seseorang akan menghambat oksigen yang masuk kedalam tubuh. Jika pembuluh darah didalam paru-paru rusak dan paru-paru mengalami penebalan dinding maka pembuluh darah tidak dapat memberikan oksigen untuk menyalurkan darah ke jantung

Saat virus Corona berkembang di jantung maka denyut nadi dan irama jantung seseorang tidak akan teratur. Orang tersebut akan mengalami tekanan darah yang rendah dan kemudian dapat menyebabkan serangan jantung yang bisa berujung pada kematian. Oleh karena itu, jika sudah mengalami gejala tersebut sebaiknya langsung periksa pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Sistem Kekebalan Tubuh

Perkembangan virus Corona di dalam tubuh selanjutnya adalah menyerang sistem kekebalan tubuh. Meski respon imun ini mampu membersihkan tubuh dari infeksi namun terkadang juga bisa menyebabkan kerusakan kolateral pada tubuh. Hal ini yang biasa dikenal sebagai “badai sitokin” atau respon peradangan yang intens. Sel-sel kekebalan memproduksi sitokin untuk melawan infeksi akan tetapi juga tidak terlalu banyak dilepaskan karena bisa menyebabkan masalah.

Perkembangan Virus Mutasi Virus Corona Terbaru Membuat Sulit Pengembangan Vaksin

5. Hati Dan Ginjal

Kerusakan organ tubuh manusia pada awalnya disebabkan oleh paru-paru karena organ satu ini memiliki fungsi untuk memproduksi oksigen dalam tubuh. Pasalnya, tubuh yang kekurangan oksigen akan merusak sel-sel yang ada pada hati, karena hati membutuhkan darah dan oksigen untuk melakukan tugasnya. Selain itu, ketika ginjal kekurangan oksigen maka akan menyebabkan kerusakan parah dan membuat orang terkena penyakit gagal ginjal.

Kerusakan-kerusakan yang diakibatkan akan membuat organ tersebut rusak dan memproduksi enzim yang berupa racun. Tak hanya itu, jika hati dan ginjal sudah tidak berfungsi maka besar kemungkinan akan menyebabkan kematian. Corona dapat berkembang sangat cepat saat sudah masuk ke dalam tubuh, sehingga virus satu ini tidak bisa disepelekan.

Virus yang ada dalam tubuh pasien dengan status penyakit parah dapat bertahan selama kurang lebih 19 hari. Apabila status pasien telah memasuki fase penyakit kritis maka virus bisa bertahan selama 24 hari. Namun secara keseluruhan, virus dapat terdeteksi selama rata-rata 20 hari pada pasien yang akhirnya keluar dari rumah sakit. Mulai dari sekarang sangat penting untuk selalu menjaga kebersihan untuk mencegah terpaparnya virus Corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *