Pengembangan Teknologi Machine Learning untuk Menjamin Keamanan Data di BRI

BRI Teknologi BRI

Sebuah perusahaan besar tentu tidak terhindarkan dari banyaknya data yang mereka kelola. Hal ini dikarenakan data tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada customer sekaligus sebagai penentuan arah kebijakan dan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan. Data tersebut bisa berupa banyak hal seperti data dan profil customer, perilaku customer, tren pasar, keuangan dan sirkulasi dana yang ada di perusahaan, dll.

Oleh karena itu, sebuah perusahaan harus mampu mengolah dan mengelola data tersebut dengan baik. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tentang keamanan data yang dikelola. Keamanan data ini harus diperhatikan secara seksama karena kebocoran data dari sebuah perusahaan akan mengakibatkan kerugian yang fatal bagi perusahaan. Hal ini juga berlaku pada perusahaan yang bergerak di bidang perbankan. Salah satunya adalah BRI atau Bank Rakyat Indonesia. Sebagai salah satu bank nasional terbesar yang ada di Indonesia, BRI tentu mengelola data dalam jumlah yang tidak sedikit. Hal inilah yang membuat para staf teknologi dan informasi dari BRI Teknologi untuk mengembangkan sebuah teknologi yang dapat menjamin keamanan data di BRI. 

BRI Teknologi chat bot robot welcomes android robotic character

Salah satu kejahatan yang sering terjadi dan mengancam keamanan data terutama data dari para nasabah adalah skimming. Kejahatan skimming merupakan sebuah kejahatan yang sering terjadi pada beberapa ATM yang tersebar di seluruh wilayah termasuk ATM BRI. Apa yang dimaksud dengan kejahatan skimming? Secara umum, kejahatan skimming dilakukan dengan menggunakan mesin skimmer yang dapat dipasang pada mesin ATM. Pemasangan ini umumnya dilakukan oleh oknum saat malam hari atau saat ATM dalam keadaan sepi. Dengan menggunakan mesin skimmer, para oknum pelaku kejahatan akan meng-copy informasi yang ada pada kartu ATM baik kartu debit maupun kartu kredit ATM. Informasi ini ada di strip magnetik. Setelah meng-copy informasi tersebut, para oknum kejahatan akan menyalinnya pada sebuah kartu baru dan melakukan penarikan dari rekening bank tanpa nasabah sadari. Sehingga, seringkali terjadi nasabah kehilangan uang dalam jumlah yang besar dalam waktu yang cepat tanpa mereka ketahui penyebabnya. 

BRI Teknologi deposit

Sebagai sebuah bank nasional dengan ribuan nasabah, BRI berusaha untuk meningkatkan sistem keamanan agar kejahatan skimming ini tidak menimbulkan kerugian yang besar kepada konsumen. Untuk mewujudkan hal tersebut, BRI Teknologi mengembangkan sebuah teknologi dan sistem lewat machine learning. Apa yang dimaksud dengan machine learning? Secara umum, machine learning adalah sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mendeteksi kejahatan atau fraud detection dengan menggunakan pola transaksi yang dimiliki oleh para nasabah atau yang dikenal dengan behavior scoring. Seperti yang telah diketahui, setiap nasabah memiliki pola transaksi yang unik dan berbeda satu sama lain. Dengan menggunakan behavior scoring dan fraud detection akan membangun sebuah sistem yang bisa mendeteksi adanya kejanggalan transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Jika transaksi tersebut disinyalir menjadi sebuah transaksi ilegal dan mencurigakan, sistem akan mengirimkan informasi tersebut dalam kurun waktu 15 detik untuk kemudian dilanjutkan dengan langkah keamanan pendukung agar nasabah tidak semakin kehilangan uangnya. Sebelum dirilis, BRI telah menguji performa dan kinerja dari machine learning yang dikembangkan pada 100.000 transaksi. Machine learning akan mencoba membaca data dan kemudian menentukan behavior scoring dari masing – masing nasabah. Setelah itu, ditambahkan 20.000 data yang keluar dari pola yang dimiliki nasabah. Hasilnya, machine learning bisa mendeteksi setidaknya 86% akurasi yang baik. Sehingga, bisa digunakan untuk mengatasi maraknya skimming yang terjadi di banyak mesin ATM. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *