Mengenal Pola – Pola yang Ada Pada Candle Bearish

Candle Bearish

Candle Bearish memiliki fungsi untuk menunjukan kontrol antara pembeli dengan penjual dalam waktu tertentu. Bagi pada trader sangat penting untuk mengetahui pola – pola yang digunakannya dalam melakukan kontrol tersebut. Tujuan mengenal pola – pola ini adalah membuat para trader bisa dengan mudah mewaspadai berbagai hal seperti adanya pullback, koreksi, reversal trend, dan berbagai hal lainnya. Dengan mengenal pola tersebut maka menghindari adanya beli diharga tertinggi menjadi lebih mudah. Ada lima pola yang perlu para trader ketahui dari kontrol candle tersebut (pengertian bearish).

Pola yang pertama adalah pola Bearish Harami. Pola ini merupakan pola dua candle yang memiliki arti pembalikan pergerakan harga. Dalam pola ini candle bulls berukuran dimana dilanjutkan dengan candle dengan ukuran yang kecil. Candle ini bisa juga memiliki bentuk doji. Paling utama dalam pola ini adalah candle bears harus benar – benar di dalam bodi candle bulls.

Candle Bearish panduan trading

Pola yang ke dua adalah pola Dark Cloud Cover. Pola yang ke dua ini hampir sama dengan pola yang pertama. Pada pola yang ke dua ini harga pembukaan pada candle bears merupakan GAP harga penutup candle bullsnya. Bodi candle ditutup dengan melewati beberapa candle bulls dimana menunjukan bahwa seller telah mulai didominasi. Dengan adanya pola ini maka kelanjutan dari penurunan bisa dengan mudah tervalidasi.

Pola yang ke tiga adalah pola Evening Star. Pola ke tiga ini tidak jauh berbeda dengan dua pola yang dibahas sebelumnya. Pola ini diawali dengan adanya candle bulls berbodi panjang dimana berkelanjutan dengan candle kecil dan kelanjutan akhirnya adalah candle bears yang panjang. Ukuran dari candle ini hampir sama dengan ukuran candle bulls di awal. Candle kecil biasanya terbentuk dari GAP harga penutup candle bulls, namun bisa juga candle kecil ini dibuat tanpa adanya GAP sehingga candle kecil tersebut memiliki bentuk candle doji.

Pola yang ke empat adalah pola shooting star. Pola yang ke empat ini memiliki bentuk yang cukup spesifik. Candle awal yang digunakan pada pola ini adalah candle bulls dengan bodi panjang. Candle ini berkelanjutan dengan candle bersumbu dengan bodi kecil. Pola ke empat ini merupakan sinyal kekuatan dari seller ketika harga mencoba untuk bergerak lebih tinggi. Ketika harga bergerak lebih tinggi maka bisa berlanjut hingga menjadi Evening Star sehingga validari sinyal trend selanjutnya bisa lebih kuat.

Candle Bearish ini

Pola yang ke lima adalah pola Hanging Man. Pola ke lima ini memang cukup berbeda dari pola – pola sebelumnya. Pola Hanging Man ini memiliki sinyal bearish tiggal yang terbentuk dari satu jenis candle. Bentuk dari candle ini adalah bentuk palu, sumbu, dan bodi candle kecil. Pola ke lima ini menunjukan adanya upaya untuk bertahan dari seller ketika berada di puncak tekanan bullsh. Sinyal yang akan dihasilkan pola ke lima ini mampu membuat aksi jual berbentuk trend menjadi menurun. Sinyal ini akan ditentykan dari ada tidaknya resistance untuk mendukung kekuatannya.

Itulah lima pola candle Bearish yang perlu diketahui para trader. Penjelasan setiap pola yang sudah diuraikan di atas akan membuat anda lebih mudah dalam memahami candle tersebut. Pola – pola diatas menunjukan keadaan yang cukup berbeda satu sama lain. Memahami pola di atas mampu membuat trader lebih mudah untuk mengontrol pihak pembeli maupun penjual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *