Jangan Panik! Berikut Hal Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Menghadapi Saham Turun Drastis

saham turun drastis

Investasi saham memang seringkali menjanjikan keuntungan yang besar. Namun, kondisi ekonomi yang menurun akibat kondisi tertentu juga bisa menyebabkan harga saham turun drastis. Lantas, haruskah anda khawatir dan panik akan kondisi tersebut? Yuk simak beberapa tips dalam menghadapi situasi tersebut.

Berikut Beberapa Hal Yang Bisa Dilakukan Ketika Saham Mengalami Penurunan

1. Tunggu Hingga Kepanikan Selesai

Kepanikan memang sering menjadi hal yang sangat lumrah terjadi kepada berbagai kejadian yang menyeramkan, seperti kondisi saham yang anjlok. Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan berbagai sentimen negatif di pasar saham atau biasa disebut dengan panic selling. Meski demikian, anda harus mencoba berpikir santai agar tidak terbawa pada situasi ini.

saham turun drastis cara mengatasi turunnya harga saham

Begitu pula, panic selling dapat mempengaruhi kondisi, sehingga terdapat banyak saham yang dijual dengan harga murah. Tetapi, kondisi harga saham yang murah juga harus dipertimbangkan pembeliannya. Beberapa saham yang bisa diperoleh dengan mudah dan murah tidak selalu menjanjikan keuntungan yang berlimpah.

Beberapa saham yang dijual pada kondisi ini terkadang membuat anda mengalami kerugian ketika membelinya. Oleh karena itu, anda sebaiknya menunggu kondisi kepanikan selesai dan kondisi pasar sudah kembali menjadi hijau. Kemudian, pilihkan saham-saham menarik dengan harga diskon dan jangan lupa lakukan analisis mendalam sebelum melakukan pembelian.

2. Simpan Saham Yang Anda Miliki

Selain itu, kondisi kepanikan yang terjadi terkadang dapat membuat seseorang menjual saham tanpa mempertimbangkan. Dalam hal ini, anda sebaiknya menyimpan saham yang sudah dimiliki. Tentunya, saham big cap atau blue chips yang memiliki kondisi fundamental yang baik patut untuk dipertahankan ketika kondisi saham turun drastis.

Saham yang masuk dalam kategori tersebut biasanya memiliki kapitalisasi pasar lebih dari Rp40 triliun. Bahkan, saham ini juga berisi 45 emiten atau termasuk saham yang selalu mengikuti seleksi likuiditas pasar setiap enam bulan sekali. Untuk melihat kondisi ini, anda bisa melihat index LQ45 yang sudah disediakan.

Saham big cap atau blue chips ini juga termasuk saham terbaik yang harus dipertahankan. Hal ini dikarenakan saham tersebut paling cepat mengalami rebound setelah IHSG mengalami penurunan. Meski demikian, anda juga harus mengetahui bahwa kondisi tersebut hanya berlaku untuk kegiatan investasi saham yang dilakukan menggunakan dana idle.

3. Selalu Pegang Dana Likuid

Tentunya, investasi saham bukanlah hal yang pokok dan anda percayai sepenuhnya. Dalam hal ini, anda perlu mempersiapkan dana likuid agar bisa memberikan hasil yang optimal dalam penempatan instrumen pasar modal. Dana tersebut bahkan bisa menjadi uang yang anda gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

saham turun drastis beli saham

Selain itu, kegiatan investasi juga harus dilakukan secara matang. Tentunya, anda harus memperhitungkan kondisi keuangan secara spesifik agar dapat mengelola investasi dengan bijak. Bahkan, anda juga harus selalu memastikan arus kas yang dimiliki tidak terganggu jika terjadi suatu hal yang bermasalah di pasar modal.

Begitu pula, kondisi pasar saham yang tidak selalu baik harus menjadi pertimbangan untuk memulai kegiatan investasi ini. Anda harus memahami berbagai instrumen dan kegiatan analisis yang perlu dilakukan dalam berinvestasi saham. Tentunya, pemahaman yang spesifik tersebut dapat membuat anda tidak panik dan memiliki berbagai strategi meskipun saham sedang anjlok.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan jika anda sedang berkecimpung dalam pasar saham dan mengalami panic selling. Tentunya, bersikap santai dan realistis adalah cara yang tepat dalam menghadapi masalah ini. Anda bahkan harus mampu bersikap lebih teliti untuk memutuskan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *