3 Hal Yang Harus Dihindari Ketika Menggunakan Pembersih Alkohol

Bahaya Pembersih Alkohol coronavirus

Salah satu bahan kimia yang sering digunakan selama pandemi covid, adalah alkohol atau etanol. Kandungan yang tersimpan di dalamnya sudah banyak digunakan untuk membersihkan perabotan medis maupun rumah agar steril. Kandungan sifat kimia yang unik dari etanol, membuat anda tidak bisa sembarangan menggunakannya. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ketika menjadikan zat ini sebagai pembersih desinfektan untuk mencegah corona.

Hal Yang Harus Dihindari Ketika Menggunakan Pembersih Berbahan Etanol

1. Hindari Penggunaan Sembarang Etanol Untuk Luka

Di rumah sakit, seringkali anda melihat dokter membersihkan luka dengan menggunakan etanol. Tujuannya, adalah untuk mencegah infeksi yang mungkin terjadi pada luka. Karena itu, banyak orang yang meniru membersihkan luka dengan penggunaan zat kimia yang sama. Padahal, penggunaan zat ini tidak bisa sembarangan digunakan untuk mengobati luka. Cairan antiseptik yang disarankan untuk mengobati luka adalah etanol yang mengandung isopropil.

Bahaya Pembersih Alkohol luka

Isopropil memiliki sifat antiseptik, sehingga dapat menjaga luka dari masuknya kuman-kuman penyebab infeksi. Sedangkan, jika anda membersihkan luka dengan etanol tidak sesuai aturan, tanpa melihat komposisi yang benar akan menyebabkan iritasi. Kandungan zat yang tidak sesuai anjuran malah akan memperlambat penyembuhan luka, dan juga menambah parah luka karena adanya iritasi kulit. Hindari juga penggunaan zat ini pada kulit sensitif yang terbakar sinar matahari.

2. Jangan Campur Etanol dengan Pemutih

Meski keduanya merupakan kedua bahan yang sering digunakan sebagai desinfektan, namun jangan pernah menggunakan alkohol dan pemutih secara bersamaan. Pembersih berbahan dasar etanol memiliki kandungan isopropil yang berfungsi sebagai antiseptik. Maka dari itu, biasanya bahan ini sering digunakan untuk menjadi desinfektan. Sedangkan cairan pemutih, mengandung senyawa aktif yaitu asam hipoklorit yang tidak bisa dicampur dengan cairan antiseptik.

Ketika kedua campuran desinfektan ini tercampur, maka keduanya akan menghasilkan senyawa beracun bernama kloroform. Senyawa ini bersifat korosif, yang sangat berbahaya ketika terhirup oleh manusia. Kloroform yang terhirup, akan menyebabkan masalah pernapasan yang serius. Dan juga, akan mengganggu sistem saraf pusat, ginjal dan juga hati. Selain itu, udara yang bercampur kloroform akan menyebabkan iritasi pada kulit, paru-paru, mata dan menyebabkan mual.

3. Jangan Nyalakan Api Di Dekat Etanol

Zat kimia Etanol memiliki sifat mudah terbakar. Untuk itu, jangan pernah menggunakan pembersih dengan kandungan etanol ketika berada di dekat kompor, rokok ataupun api yang menyala. Ketika menggunakan etanol di dekat api yang menyala, maka dengan cepat api akan ikut menyambar etanol dan menimbulkan api yang terlalu besar, dan dikhawatirkan akan membahayakan. Jika terkena kulit, anda bisa mengalami luka bakar atau iritasi kulit yang serius.

tinggalkan hand sanitizer Alkohol di mobil bisa berbahaya

Sedangkan tempat paling tepat ketika membersihkan perabotan menggunakan desinfektan berbahan etanol adalah gunakan dekat ventilasi. Kandungan isopropil dalam etanol merupakan kandungan yang mudah menguap, sehingga penggunaan dalam ruangan yang tertutup akan membahayakan penggunanya. Anda dapat membuka jendela lebar-lebar ketika melakukan pembersihan menggunakan zat kimia ini. Ini akan mengurangi resiko terciptanya asap dari kandungan etanol.

Zat kimia ini, memang sangat bermanfaat untuk desinfektan dan banyak digunakan sebagai bahan sterilisasi alat medis. Dan juga, selama masa pandemi ini penggunaan etanol dinilai dapat turut mencegah penyebaran virus corona. Karena, pada dasarnya virus covid ini dapat melemah ketika terkena etanol. Namun, ada beberapa hal yang harus dihindari ketika menggunakan etanol agar mendapatkan banyak manfaat dan tidak berbalik membahayakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *